10 July, 2012 18:21

CARA MERAWAT ANAK AYAM HUTAN

Terimakasih anda berkenan mengunjungi situs ini dan telah sudi membaca tulisan saya yang tentunya sangat banyak akan kekurangan.

Langsung saja karena banyaknya teman – teman yang sms serta telepon mengenai bagaimana merawat anak ayam hutan yang baru menetas,maka saya akan berbagi tips bagaimana cara menangani atau merawatnya sehingga bisa hidup sehat serta jinak seperti yang kita harapkan.Tentunya berdasarkan pengalaman saya saja.

Dari sabang sampai merauke serta sekian banyaknya rekan – rekan yang telah menghubungi saya,pertamakali yang mereka tanyakan apa makanan dan pemberianya serta bagaimana cara merawat anakan ayam hutan agar bisa jinak kelak setelah menjadi ayam hutan dewasa?.

Untuk menjadikan ayam hutan yang hidup sehat serta jinak seperti yang kita inginkan,bukan haya pemberian pakan saja dan tentunya banyak aspek yang harus kita perhatikan agar anak ayam hutan kita pelihara bisa hidup dan berkembang dengan baik.

Menurut pengamatan saya ayam hutan memiliki sifat dan naluri seperti burung jadi,perlakuan untuk menjinakkan juga harus kita mualaai sejak dini atau sejak lahir kita ajari beradaptasi dengan manusia serta lingkungan.Semakin sering kita bermain – main bersama bakalan ayam hutan kita , semakin terbiasa pula ayam hutan dengan kita ataupun orang lain.

Ayam hutan khususnya ayam hutan hijau sangat mudah stress oleh kejutan suara,gerakan dan perubahan cuaca serta tempat.Jadi ayam hutan hijau tangkapan hutan yang sudah besar sangat sulit untuk dijinakkan dalam waktu yang singkat.Butuh waktu yang panjang setra ketelatenan dan kesabaran ataupun cara – cara yang tidak mudah.Maka dari itu sebaiknya membeli ayam hutan hijau yang memang dari tetasan telur atau dari penangkaran.Karena ayam tangkapan hutan biasanya jarang berumur panjang dan mau diternakkan ( sayang kannnnnnn????…).Kecuali tau tatacara penjinakan ayam hutan tangkapan.bisa dibaca DISINI

Untuk membedakan ayam hutan tangkapan dan piaraan dari tetasan sendiri sangat mudah.lihat saja pada kakinya : jika kaki bulat berarti tangkapan.jika kaki berlekuk atau istilahnya mblimbing/ada lekukan seperti buah belimbing berarti piaraan dari tetasan.Beda lagi jinak,tapi kaki tidak mblimbing dan gerakan mondar – mandir tak mau diam berarti tangkapan sejak kecil.Namun tidak semuanya ayam tetasan sendiri berkaki mblimbing,hal tersebut sangat dipengaruhi oleh luas kandang pemelihararan sejak kecil.Jika sejak kecil dipelihara dikandang yang luas ada kemungkinan tidak akan mblimbing hal tersebut karena ayam bergerak bebas melakukan aktifitas sehingga perototan kaki lebih mangembang.Jadi intinya sangat perlu kejelian yang jelas mental yang baguslah yang kita pilih.

Mental ayam hutan hijau yang bagus ialah :

– Kelihatan tidak mudah panic saat melihat orang mendekatinya ( pontang – panting ).

– Tidak mudah terkontaminasi oleh gerakan – gerakan disekitarnya / warna disekitarnya.( menjadi kelabakan ).

– Terlihat tenang saat tangan kita mendekatinya.

Beberapa factor yang harus diperhatikan dalam memelihara ayam hutan sejak kecil adalah :

1.Kandang

2.lingkungan

3.Pakan

4.perlakuan / perawatan

Dari empat tersebut sangat mulak diperlukan jika ingin ayam/ anak ayam hutan kita dapat hidup , jinak , sampai bisa reproduksi.

1.KANDANG

Gbr.1 kandang aym hutan

Ket :

Buat saja ukuran kandang sesuai ukuran tempat yang anda miliki

Namun minimal L = 70 cm dan P = 1 m lebih saya sarankan.

Triplex atau papan berfungsi untuk menutupi kotak sarang baik untuk bertelur ataupun bernaung saat udara dingin dimalam hari dan pasangkan miring di sebelah dalam kandang serta biasakan pasang sejak kecil hingga ayam terbiasa dengan tempat tersebut jika ayam sudah dewasa kelak.

Lebar triplex jangan selebar luar kandang ini dimaksudkan agar ayam bisa keluar masuk melalui sisinya ( perhatikan pandangan samping.

Lantai kandang agar selalu bersih dibuat dari balai – balai bambu yang kokoh serta tiang kandang yang kokoh agar sekiranya ayam loncat – loncat kandang tidak bergerak karena jika kandang bergoyang – goyang ayam hutan tak mau mengeram ataupun kawin.

Bawah kandang bisa diberi tadah kotoran seperti triplex atau kardus yang sekiranya saat diangkat untuk dibersihkan tidak mengoncangkan kandang dan membuat ayam stress ketakutan.atau tanpa tadah akan tetapi dibersihkan dengan cara disapu bawahnya.

2.LINGKUNGAN

Lingkungan sangat berpengaruh bagi kwalitas serta kelangsungan hidup si ayam hutan.Kesehatan sanat mutlak dipengaruhi factor lingkungan.

Keadaan yang sangat sepi kurang baik bagi ayam hutan karena dalam lingkungan yang selalu sepi membuat ayam mudah terkejut saat ada keramaian tiba – tiba.

Keadaan yang sangat ramai sepanjang waktu juga mengganggu bagi kesehatan ayam karena ayam hutan membutuhkan waktu tenang antara jam 4 sore hingga jam 5 pagi hari .

Suasana dingin yang berlebih sat kira – kira jam 1 – 2 pagi kurang baik bagi ayam hutan karena ayam hutan piaraan mudah terserang penyakit pernapasan.

Lingkungan kandang yang terlalu kumuh akan mengakibatkan ayam hutan cacingan dan bahaya lainya dari kotoranya.Maka sebaiknya ayam hutan setiap bulan diberi obat cacing yang terjual bebas ditoko – took pakan unggas.

Catatan :

Suasana lingkungan yang baik untuk ayam hutan yang sedang – sedang saja atau tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi.

Lingkungan kandang usahakan mendapatkan sinar matahari langsung dari jam 7 hingga jam 10 siang serta tidak terkena hembusan angin malam langsung serta usahakan selalu bersih dan paling tidak seminggu sekali disemprot desinfektan untuk menghindarkan perkembangan bakteri sekitar kandang.

UNTUK DOC

Anak ayam hutan sangat rentan mati secara mortalitas/mati bersamaan hal tersebut bisa karena lingkunganm hidup yang kurang sesuai karena DOC ayam hutan hijau tidak tahan udara langsung serta panas langsung maka usahakan selalu dalam ruangan sampai kira ± umur 1 bulan.

Sebaiknya dalam umuran tersebut ditempatkan dalam kandang kardus yang diberi lampu pijar dengan suhu kira – kira seperti hangat tubuh induknya. Baru setelah melewati umur tersebut kita kenalkan ruangan terbuka perlahan – lahan dengan menjemur pada jam 8 – 9 kemudian kembalikan ke kardus berlampu lagi dengan jarak lampu semakin diperjauh hingga tanpa lampu.Setelah bulu tumbuh sempurna baru berani tanpa lampu.dan perkenalkanlah kandang/sangkar burung.

3.PAKAN

Pakan dalam pemelihraan ayam hutan tak kalah pentingnya pegang peranan karena pakan yang extra penuh gizi berlebih sangat kurang bagus.Sebaliknya kekurangan nutrisi juga mengakibatkan ayam hutan menjadi lemah,kurus serta mudah terserang penyakit terlebih DOC umur 1 hari sampai 2 minggu.Pada tahap tersebut saat paling rawan bagi kehidupan serta kesehatan anak ayam hutan hijau.

Pemberian vitamin berlebih tidak dianjurkan pada umuran DOC karena dapat mengakibatkan mencret ataupun pilek.Pemberian EF ( Extra Fooding ) dengan ulat hongkong tidak dianjurkan karena Zat yang terkandung didalamnya dapat mengakibatkan sembelit,berak darah,ataupun mati secara tiba – tiba atau nyengkruk.Jangkrik dipotong kecil – kecil sangat bagus pada umuran DOC untuk merangsang pertumbuhan tubuh serta bulunya.

Setelah melewati fase tersebut perkenalkan pakan berupa campuran BR 1 dan jagung giling karena jagung mengandung antioksidan yang bagus serta lancer dalam penbuangan fases ayam hutan hijau dan teruskan pakan tersebut hingga dewasa.

EF berikan secukupnya berupa jangkrik minimal 3 ekor tiap hari dan jika dibiasakan tanpa EF juga lebih bagus agar tak merasa ketergantungan EF.

Berikan obat cacing setiap bulan/minggu karena menurut pengalaman dari ayam mati hampir 80% terdapat cacing dalam ususnya / dalam hatinya

Pemberian Extra pakan berlebih sangat tidak dianjurkan karena membuat ayam setress jika ganti – ganti pakan setiap waktukecuali sejak kecil dilatih selang – seling pakan.

Kroto/telur semut sangat bagus dan ayam kelihatan enerjik cukup hanya diberikan tiap minggu sekali karena jika over maka ayam akan menjadi giras / liar.

4.PERLAKUAN/PERAWATAN

Perlakuan atau perawatan ayam hutan hijau tak ubahnya seperti merawat burung,akan menjadi seperti apa ayam hutan yang kita pelihara maka tergantung bagaimana kita menanganinya karena penanganan berlebih atau kurang akansangat terlihat jelas perbedaanya .

Intinya kita kita harus memahami seperti apa karakter ayam hutan kesayangan kita.baru kita bisa menentukan langkah – langkah penangananya .

Jadi kita harus mandiri dengan bagaimana mengamati ayam kita alias tidak dicoba – coba dengan berbagai trik perawatan agar ayam kita tidak setress ataupun almarhum.

Kunci sukses harus sabar dengan penelitian kita serta karakter ayam kita ibaratkan saja seperti kita kalau kita ga suka bakso ya jangan dipaksa makan bakso.kalau kita ga suka diem ya yangan paksakan untuk diem jadi harus kita latih bertahap dan pelan – pelan saja. Semoga bermanfaat

31 Komentar to “10 July, 2012 18:21”

  1. jangan lupa komentarnya yach lo udah baca…………
    n bisa share ke 081215699698 call adja ok……..?

  2. kalau cara membedakan anakan ayam hutan dengan anakan bekisar gimana caranya Mas Jacky? masalahnya saya beli 6 ekor di pasar, kok dapatnya malah anak bekisar. hiks.😦

  3. Makasih infonya.. Sangat bermanfaat bagi pemula spt saya..

  4. Salam kenal Bro Jacky,
    Satu kata untuk Anda…..Salut!
    Saya termasuk penghobi piara apa saja (kecuali istri muda…hehee). Sekarang saya piara Ayam Bangkok dan Guinea Fowl. Banyak teman-teman senior dalam dunia maya ini yang memperkaya wawasan saya dengan tulisan-tulisannya, termasuk Anda.
    Saya tidak pernah komen pada setiap blog yang saya datengin. Baru kali ini saya mau komen untuk Anda. Karena keliatannya Anda sangat terbuka dan ikhlas berbagi – meski teman yang lainpun sebenarnya terbuka dan ikhlas dalam hal berbagi ilmu). Namun kelihatannya Anda penuh keikhlasan dalam hal berbagi Bibit Ayam Hutan Hijau……xixixixixi….so…?….address..?
    Saya akan sms ya…..

    Salam,
    Onel, Bandung

  5. trims.. infox sangat bermanfaat bagi saya yg pemula hobby ayam hutan.
    saya tggu artikel slanjutnya,, sukses…

  6. aku punya anakan umur 2 minggu kok g mau makan ya boz?

  7. Salam semngat bagi kita semua,terimakasih atas wawasannya dan yg saya mau tanya untuk 4 ayam alas dewasa sebaiknya menggunakan kandang ukuran berapa,? Terimakasih sukses selalu

  8. mas doc ayam hutan saya tdk bgt giras. tp kalau didekati kok msh kaget terbang2. cara biar bisa lulut gmn ya? trims. salam temanggungan.

  9. pak,,ayam hutan ku umur 2 bulanan , dikulitnya ada bintil, dan di matanya sering digaruk/cakar sampai ada lecet pada daerah mata, ini penyakit apa ya, cara menghilangkan dan apa obatnya ya,,terima kasih,,dan salam semangat

    • bintil2 kutilan pada ahh kecil bisa karena dipiara di kandang lembab/becek yang berakibat kutilan atau salah makan karena terlalu panas dengan kadar pour tinggi.solusinya pakan cukup dikasih pakan pedaging aja+jangkrik lo ada.bisa d campur vitamin/pakan encer habis 1x makan.tempat harus dapet sinar matahari pagi biarin jangan di utek2 biar ga setress max 3 bulan juga sembuh sendiri.makin sehat ahh makin kuat thd serangan penyakit apapun

    • kutil gan bowo karena kuman2 kecil dan merki.sembuh sendiri dalam 1-3 bulan dengan cara di piara ditempat yang kena sinar matahari pagi sejak terbit sampai +- jam 10 siang dan memberi vitamin yang dapat meningkatkan kekebalan tubuhnya.semoga bermanfaat

  10. Aku dapat doc hasil tangkapan di hutan umur berkisar satu bulan, tapi makannya susah , jadi tiap hari harus nyuapin, .Gan gimana solusinya agar ayamku mau mkan sendiri?
    Trima kasih

  11. Mas Jacky, jarang update lagi sejak 2014. Apakah sudah tidak berkecimpung di per-AHH-an? Atau sudah pakai Facebook, ada alamat Facebook nya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: